free blog

Voting

Jumat, 11 Maret 2011

aku dan rasaku saat jatuh cinta dan patah hati

Mungkin rasa yg kadang tak bisa diungkapkan dgn kata2 , sptnya emg tak ada diksi2 yg cocok untuk melukiskan sebuah perasaan yang abstrak ini .
Tak sesederhana yg selalu kau pikirkan .
Bukannya aku malu atau menjaga imageku , tapi kadang aku dan rasaku tak kan mudah untuk kau dan mereka pahami . Tak segampang untuk melukiskannya dalam sebuah kanvas kosong maupun lembaran kertas yg masih bersih . Dan tak semudah aku mengerti , bahkan kamu .

Aku dan Rasaku , ronai jiwa sepi , bertebaran semua ganjalan hati yang memuncak sampai pada sebuah ingatan masa lalu .
Sekeping kenangan dengan segumpal kerinduan , mengalir deras tanpa ada yang menggenggamnya

Aku dan Rasa Cintaku kepadamu , bagai sebuah lukisan dengan coretan berbagai warna .
Bagai simfoni yang menyayat hati dan mengalun indah .
Bagai deburan angin yang membawa kesejukan menyelinap di sela2 hati yang sepi .

Aku dan Rasa Rinduku , menyobek sedikit lara di hati .
Membuka kekosongan jiwa . Seperti tanah yang kering , rindu akan guyuran hujan .
Aroma hujan itu menyerbakkan aroma tubuhmu .
Rintikan2 itu menetes perlahan di lekukan wajahku .
Sembari menutupi gejolak jiwaku .

Aku dan Rasa Raguku , tak sinkronnya inderaku dgn hati .
Emosi jiwa yg terpendam .
Mata Batin yg tertutup sepotong curiga tak beralibi .
Bagai berjuta bintang , seperti banyaknya pertanyaanku tentang kamu , yg tak bisa kau jawab .

Aku dan Rasa Marahku , seperti ego yg kian meledak bagai semburan gunung berapi .
bagai berjuta2 liter air laut yg sewaktu2 meluap.
Bagai kiasan yang tak mudah kau mengerti , apa yg aku maksud dan kau pahami .
Naluri adam dan hawa yg kadang tolak menolak seperti dua kutub magnet yg sama .
Memang kadang tak ada titik temu , tanpa empat mata dan dua hati berbicara .

Aku dan Rasa Setiaku , seperti Pelangi setia menanti hujan pergi .
Seperti pohon selalu setia menanti musim berganti . Kukuh berdiri menopang diri , mengusir sepi , meninggalkan asa .
Tak terhitung waktu yg terlewati .
Seperti jam pasir yg perlahan tapi pasti mengalir bulir demi bulirnya .

Aku dan Rasa Cintaku , senantiasa cinta itu mengalir di dalam urat nadiku , memberi nafas dalam jantungku , membisikkan simfoni indah dalam jiwaku , menusuk tajam di kalbuku , bagai lukisan yang selalu ku ukir di kanvas waktu .

Aku dan Rasaku mewakili kebahagiaanku-kesedihanku-keegoisanku-kegundahanku-kegelisahanku-kepercayaanku-keraguan-kerinduanku-kekhawatiranku dan semua rasaku yang tertumpah hanya untukmu .
Aku dan Rasaku mewakiliku saat aku jatuh cinta dan putus cinta .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar