free blog

Voting

Jumat, 11 Maret 2011

friend or enemy?

arti seorang teman
“senang bisa berteman denganmu”.
“kau adalah temanku yang sangat baik”.
Kata kata seperti itu selalu masuk ke telingaku dari mulut orang orang yang entah apakah mereka tahu apa arti teman yang sebenarnya. Aku tak mengerti, kenapa mereka menyebutku teman mereka padahal kami tak saling menunjukkan tanda tanda bahwa kita berteman.

Bagaimana mungkin kita ini teman, jika kita hanya saling berinteraksi ketika dekat tapi melupakan ketika jauh ? Bahkan kadang, melupakan itu terjadi begitu saja tanpa disadari.
Mereka tertawa bersamaku tapi kenapa mereka hanya selalu tertawa ? Ketika aku butuh didengar, mereka masih tidak berhenti. Pada akhirnya, aku tertawa palsu walau tak ada yang tahu. Aku terlihat membuka hati, padahal aku sangat jauh bersembunyi.

Teman itu saling berbagi cerita tapi mana cerita yang kudapat ? Telinga mana yang menuju ke arahku ? Tak kudapati cerita tentang hidup mereka. Tak kudengar apa cita cita, impian, dan harapan mereka. Tak temui kenangan kenangan masa lalu mereka. Tak ada saling berbagi pendapat dan pandangan. Tak ada rasa menikmati setiap perbincangan. Jadi sebenarnya, pernahkah kita bicara ?
Pernah ada saat dimana aku hendak berbicara mengenai hal hal tersebut, tapi tak ada yang mendengar. Mereka menyepelekannya dalam canda dan menenggelamkannya dalam tawa.

Hey kalian,
mengapa kalian berkata senang berteman denganku jika kalian tak tahu apa itu teman ? Kalian selalu tertawa saat ada bersamaku. Mungkin kalian bermaksud membagi tawa kalian tapi saat aku sendirian dan kesepian, dimana kalian ?
Sadarlah bahwa kita sudah dewasa. Pertemanan bukan lagi hanya sekedar tertawa dan sedih bersama tapi berbagi cerita tentang apa apa yang membuatmu tertawa dan bersedih. Bukan tentang berekspresi bersama tapi tentang berbagi rasa. Bukan hanya saling menerima, tapi saling melengkapi agar terlihat lebih berguna. Bukan hanya saling memaafkan, tapi belajar dari kesalahan.

Jadi, apa kalian temanku ? Dan apakah aku teman kalian ?
Tak perlu dipikirkan. Mari kita rasakan dalam hati dan saling perbaiki diri agar kita bisa menjadi teman sejati. Karena manusia diciptakan untuk saling berteman.

sekilas mungkin postingan dari temen gue itu ada benernya. gue ngalamin itu semua ko selama gue jadi mahasiswi. ada beberapa orang atau kasarnya cecunguk yang “iri” sama gue gara-gara gue deket sama temen-temen atau lebih tepatnya mereka engga mau kesaing sama gue dan sahabat gue :)

oke oke, mungkin gue sedikit sensi banget tapi coba yuk maen pake logika, kalo mereka ENGGA SUKA bilang langsung apa susahnya coba? hell-o, gue manusia lho ya bukan hewan dan bukan tumbuhan. tapi buat apa coba mikirin ABABIL macam mereka? urusan gue di kampus jauh LEBIH PENTING daripada mikirin mereka.

aslinya mulai engga akur gara-gara gue lebih sering jalan berdua sama Hema (nama sahabat gue) bukan karena gue engga mau temenan sama mereka tapi gue lebih comfort kalo jalan sama Hema. berhubung gue masih punya hati (sampe sekarang), gue minta maaf dong ya dan kalo mereka engga mau maafin sih TERSERAH soalnya bukan masalah gue lagi. eh salah satu dari ababil itu bilang kalo gue selalu ngerasa BENER! dari situlah sifat buruk gue keluar.

gue cuma pengen bilang "LO ASIK GUE NYANTAI LO USIK GUE BANTAI"

jadi jangan pernah pake topeng cuma buat temenan sama gue karena gue engga betah kalo punya temen yang engga serius buat temenan sama gue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar